Monday, November 7, 2011

SISTEM EKSKRESI pada MANUSIA


Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa sebagai hasil metabolisme di dalam tubuh yang sudah tidak berguna. Contoh pengeluaran urin dari ginjal, pengeluaran keringat dari kelenjar keringat, pengeluaran karbon dioksida (CO2) dari paru-paru, dan pengeluaran  empedu dari hati.
Pengeluaran zat yang masih berguna disebut sekresi. Contoh : keluarnya
hormon dari kelenjar hormon dan keluarnya enzim dari kelenjar enzim.

1.     Ginjal  
                            
Ginjal merupakan alat ekskresi yang membentuk dan mengeluarkan urin.  Ginjal terdiri atas bagian kortek (kulit) dan medula ( sumsum ginjal). Dibagian  kortek terdapat badan penyaring ( nefron )
Bagian – bagian badan penyaring (nefron) terdiri atas :
a.           Badan malpighi terdiri atas :
(1). Glomerulus : merupakan pembuluh darah kapiler tempat darah disaring (difiltrasi). Zat sisa yang tidak berguna dan beberapa zat  yang berguna dengan kadar berlebih akan masuk ke kapsula  Bowman.
       (2). Kapsula Bowman : merupakan selaput pembungkus glomerulus untuk menyaring (filtrasi). Hasil filtrasi akan masuk ke tubulus ginjal..Tubulus ginjal terdiri atas  tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus dista, tubulus kolektivus.  Gb. Ginjal Manusia

Tahap pembentukan urin.
a.       Filtrasi (penyaringan)
 Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung     di   badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula Bowman. Filtrat hasil  filtrasi disebut urin primer. Dalam urin primer masih terdapat zat yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium (Ca2+).
b. Reabsorpsi (penyerapan kembali)
    Reabsorpsi merupakan proses penyerapan kembali zat dalam urin primer yang masih berguna. Filtrat hasil reabsorpsi disebut urin  sekunder.  Ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif. Reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal hingga tubulus kontortus distal. Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urin yang sama. Reabsorpsi fakultatif berlangsung ditubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu. Reabsorsi fakultatif di bantu oleh hormon, misal reabsorpsi air dibantu oleh hormon antidiuretika (ADH) dan reabsorpsi kalsium di bantu oleh hormon paratiroid (PTH).
Hasil reabsorpsi ini berupa urin sekunder yang komposisinya mengandung air,  
  garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. 
            c..Augmentasi (pengeluaran zat yang tidak berguna).
                      Augmentasi merupakan proses pengeluaran zat yang tidak berguna atau berlebih kedalam urin, misalnya sekresi ion hidrogen (H+) dan ion Kalium (K+). Augmentasi berlangsung di dalam tubulus distal. Filtrat hasil augmentasi merupakan urin sesungguhnya. Urin sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai urin berada di dalam tubulus pengumpul (kolektivus).       
Gangguan pada ginjal.
Jenis-jenis kelainan akibat kerusakan salah satu bagian ginjal adalah berikut ini :
a.       Nefritis
      Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman bakteri Streptoccocus, akibatnya seseorang akan menderita uremia dan oedema. Uremia adalah masuknya kembali asam urin  dan urea kepembuluh darah, sedangkan oedema adalah penimbunan cairan di kaki karena reabsorpsi air terganggu.
b.      Batu ginjal.
      Batu ginjal karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebab endapan garam ini adalah akibat terlalu banyak mengkonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengkonsumisi air.
c.       Albuminuria.
             Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin pada urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium atau karena iritasi sel-sel ginjal akibat masuknya substansi racun, eter, atau logam berat.
d.      Glikosuria.
              Glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urin. Hal ini merupakan indikasi adanya kerusakan pada tabung ginjal.
e.       Hematuria.
         Hematuria adalah ditemukannya sel darah merah dalan urin. Hematuria disebabkan oleh adanya iritasi akibat gesekan batu ginjal.
f.        Ketosis
               Ditemukannya keton dalam darah. Hal ini terjadi pada orang yang diet karbohidrat.
g.       Diabetus Insipidus.
            Di adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urin terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormon Anti Deuretik Hormon (ADH).
                   Komposisi urin bervariasi tergantung jenis makanan serta air yang diminumnya, urin normal berwarna jernih transparan,sedang kan warna kuning muda urin berasal dari dari zat warna empedu (bilirubiin dan biliverdin). Urin normal pada manusia mengandung air, urea, asam urat, amoniak, kreatin, asam laktat, asam posfat, asam suldfat, klorida, garam-garam terutama garam dapurdan zat –zat yang berlebihan dalam darah misal vit C dan obat-obatan. 

           
2.     Paru – paru.         
                                             
  Ekskret dari paru paru adalah CO2 dan H2O yang dihasilkan dari proses   pernapasan.            Pada prinsipnya CO2 diangkut dengan dua cara yaitu melalui plasma darah (15%) dan diangkut dalam bentuk ion HCO3- (30%) melalui proses berantai  pertukaran klorida. Mekanisme pertukaran klorida adalah sebagai berikut: Darah pada alveolus mengikat O2 dan mengangkutnya ke sel-sel jaringan  dalam jaringan darah melepaskan O2 dan seterusnya mengikat CO2 untuk    dikeluarkan bersama H2O.                                   Gb. Alveolus dan pertukaran gas

               CO2 + H2O  H2CO3  sedangkan HCO3 akan terurai menjadi HCO3-  + H+ .IonH+ yang bersifat racun diikat oleh Haemoglobin, sedang HCO3-  keluar dari sel darah merah masuk kedalam plasma darah dan kedudukan HCO3- di gantikan oleh ion Cl-. 

 Gangguan pernapasan :
a.       Berkurangnya jumlah haemoglobin menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke
      sel-sel tubuh.
b.      Keracunan gas CN dan CO.
      Keracunan gas-gas ini mengganggu pengikatan oksigen oleh karena gas CO memiliki
      daya pengikatan yang tinggi terhadap oksigen dari pada Hb.
c.       Kanker paru-paru
      Kanker paru paru menyebabkan paru-paru rusak dan tak berfungsi lagi.
d.      Emfisema.
      Merupakan suatu gangguan yang disebabkan karena susunan alveolus    abnormal.
e.       Penyakit asma.
      Penyakit asma merupakan gangguan pernapasan karena menyempinya saluran
      pernapasan.
f.        TBC
      TBC menyebabkan terganggunya proses difusi oksigen karena timbulnya bintil-bintil
      kecil pada dinding alveolus yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis.
g.       Radang paru-paru.   
h.       Bronchitis yaitu radang pada saluran napas (trachea).
i.         Polip yaitu pembengkakan kelenjar limfe pada saluran pernapasan ( rongga hidung).

3. Hati.

 Sebagai alat ekskresi, hati mengeluarkan empedu. Kurang lebih 0,5 lt empedu dikeluarkan setiap hari. Empedu berwarna kehijauan, rasanya pahit, PH sekitar 7-7,6, mengandung kolesterol,garam-garam mineral,garam empedu, serta pigmen yang disebut biliverdin dan bilirubin. Empedu yang dihasilkan oleh hati disimpan dalam kantong empedu dan dikeluarkan ke usus halus untuk membantu sistem pencernaan, misalnya :untuk mencerna lemak, mengaktifkan        
      lipase, mengubah zat yang tak larut dalan air menjadi zat yang dapat larut dalam air, .membantu daya absorpsi lemak pada dinding usus.                                           
             Kurang lebih 10 jut sel darah merah yang telah tua dan rusak dirombak dalam hati oleh sel khusus yang disebut histiosit. Hasil perombakan sel darah merah adalah : Fe, haemin, globin. Haemin merupakan bahan dasar pembentukan zat warna empedu yaitu bilirubin dan biliverdin, kemudian dikeluarkan kedalam usus 12 jari dan dioksidasi sehingga berwarna kuining.
               Organ hati juga merupakan kelenjar yang mampu menghasilkan ensim orginase yang berfungsi untuk menguraikan asam amino arginin menjadi asam amino ornitin dan urea. Ornitin mampu nengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun.
Ornitin di dalam sel diubah menjadi sitralin yang mampu mengikat NH3 menjadi arginin yang mampu dipecah didalam hati, sedang urea diangkut dari hati menuju ke ginjal.
  Penyakit dan kelainan hati.
      a.   Hati dapat robek karena terkena benda tajam, dan dapat menyebabkanpendarahan.
b.   Infeksi kandung empedu
      Infeksi ini berasal dari usus, hati, bila batu empedu terbentuk di dalam kantung empedu dan dapat menyumbat saluran empedu maka cairan empedu tidak akan dapat keluar dari hati dan terjadi ikterus.
c.   Ikterus.
            Disebabkan karena produksi cairan empedu berlebihan, kegagalan sel hati dalam   mengekskresi empedu

4        Kulit. (Integumen)

      Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam
Lapisan epidermis terdiri atas :
      1. lapisan korneum yang mati dan mengelupas berwarna putih.



2. lapisan lusidium yang berwarna terang
3. lapisan granulosum yang mengandung pigmen yang berwarna coklat  sampai hitam.
4.lapisan germinativum yang tumbuh dan selalu membelah
.  Pada lapisan epidermis terdapat ujung saraf telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, dan nyeri, saluran kelenjar keringat serta minyak. Pada lapisan dermis terdapat pangkal kelenjar keringat, pangkal kelenjar minyak, akar rambut, pembuluih darah,ujung saraf penerima rangsang tekanan (pucini), panas (rufini), dingin (kraus), sentuhan (meisner). Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan keringat dan minyak.
Gangguan dan kesehatan pada kulit
     a.  Penyakit kulit dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang
          dapat  menimbulkan  
     b. infeksi seperti pada impetigo disebabkan virus seperti pada
         kurap dan athlete foot (kutu air), parasit hewani seperti
          skabies dan pedikulosis.
c.Dermatitis atau eksema (peradangan kulit) disebabkan alergi terhadap beberapa jenis makanan, obat-obatan atau bahan kimia yang digunakan atau dipegang misal bedak, krim, minyak, deterjen. Banyak yang disertai eritema (merah-merah), dan urtikaria (bintul-bintul) keadaan ini sering menimbulkan rasa gatal-gatal.



No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Monday, November 7, 2011

SISTEM EKSKRESI pada MANUSIA


Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa sebagai hasil metabolisme di dalam tubuh yang sudah tidak berguna. Contoh pengeluaran urin dari ginjal, pengeluaran keringat dari kelenjar keringat, pengeluaran karbon dioksida (CO2) dari paru-paru, dan pengeluaran  empedu dari hati.
Pengeluaran zat yang masih berguna disebut sekresi. Contoh : keluarnya
hormon dari kelenjar hormon dan keluarnya enzim dari kelenjar enzim.

1.     Ginjal  
                            
Ginjal merupakan alat ekskresi yang membentuk dan mengeluarkan urin.  Ginjal terdiri atas bagian kortek (kulit) dan medula ( sumsum ginjal). Dibagian  kortek terdapat badan penyaring ( nefron )
Bagian – bagian badan penyaring (nefron) terdiri atas :
a.           Badan malpighi terdiri atas :
(1). Glomerulus : merupakan pembuluh darah kapiler tempat darah disaring (difiltrasi). Zat sisa yang tidak berguna dan beberapa zat  yang berguna dengan kadar berlebih akan masuk ke kapsula  Bowman.
       (2). Kapsula Bowman : merupakan selaput pembungkus glomerulus untuk menyaring (filtrasi). Hasil filtrasi akan masuk ke tubulus ginjal..Tubulus ginjal terdiri atas  tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus dista, tubulus kolektivus.  Gb. Ginjal Manusia

Tahap pembentukan urin.
a.       Filtrasi (penyaringan)
 Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung     di   badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula Bowman. Filtrat hasil  filtrasi disebut urin primer. Dalam urin primer masih terdapat zat yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium (Ca2+).
b. Reabsorpsi (penyerapan kembali)
    Reabsorpsi merupakan proses penyerapan kembali zat dalam urin primer yang masih berguna. Filtrat hasil reabsorpsi disebut urin  sekunder.  Ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif. Reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal hingga tubulus kontortus distal. Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urin yang sama. Reabsorpsi fakultatif berlangsung ditubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu. Reabsorsi fakultatif di bantu oleh hormon, misal reabsorpsi air dibantu oleh hormon antidiuretika (ADH) dan reabsorpsi kalsium di bantu oleh hormon paratiroid (PTH).
Hasil reabsorpsi ini berupa urin sekunder yang komposisinya mengandung air,  
  garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. 
            c..Augmentasi (pengeluaran zat yang tidak berguna).
                      Augmentasi merupakan proses pengeluaran zat yang tidak berguna atau berlebih kedalam urin, misalnya sekresi ion hidrogen (H+) dan ion Kalium (K+). Augmentasi berlangsung di dalam tubulus distal. Filtrat hasil augmentasi merupakan urin sesungguhnya. Urin sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai urin berada di dalam tubulus pengumpul (kolektivus).       
Gangguan pada ginjal.
Jenis-jenis kelainan akibat kerusakan salah satu bagian ginjal adalah berikut ini :
a.       Nefritis
      Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman bakteri Streptoccocus, akibatnya seseorang akan menderita uremia dan oedema. Uremia adalah masuknya kembali asam urin  dan urea kepembuluh darah, sedangkan oedema adalah penimbunan cairan di kaki karena reabsorpsi air terganggu.
b.      Batu ginjal.
      Batu ginjal karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebab endapan garam ini adalah akibat terlalu banyak mengkonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengkonsumisi air.
c.       Albuminuria.
             Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin pada urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium atau karena iritasi sel-sel ginjal akibat masuknya substansi racun, eter, atau logam berat.
d.      Glikosuria.
              Glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urin. Hal ini merupakan indikasi adanya kerusakan pada tabung ginjal.
e.       Hematuria.
         Hematuria adalah ditemukannya sel darah merah dalan urin. Hematuria disebabkan oleh adanya iritasi akibat gesekan batu ginjal.
f.        Ketosis
               Ditemukannya keton dalam darah. Hal ini terjadi pada orang yang diet karbohidrat.
g.       Diabetus Insipidus.
            Di adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urin terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormon Anti Deuretik Hormon (ADH).
                   Komposisi urin bervariasi tergantung jenis makanan serta air yang diminumnya, urin normal berwarna jernih transparan,sedang kan warna kuning muda urin berasal dari dari zat warna empedu (bilirubiin dan biliverdin). Urin normal pada manusia mengandung air, urea, asam urat, amoniak, kreatin, asam laktat, asam posfat, asam suldfat, klorida, garam-garam terutama garam dapurdan zat –zat yang berlebihan dalam darah misal vit C dan obat-obatan. 

           
2.     Paru – paru.         
                                             
  Ekskret dari paru paru adalah CO2 dan H2O yang dihasilkan dari proses   pernapasan.            Pada prinsipnya CO2 diangkut dengan dua cara yaitu melalui plasma darah (15%) dan diangkut dalam bentuk ion HCO3- (30%) melalui proses berantai  pertukaran klorida. Mekanisme pertukaran klorida adalah sebagai berikut: Darah pada alveolus mengikat O2 dan mengangkutnya ke sel-sel jaringan  dalam jaringan darah melepaskan O2 dan seterusnya mengikat CO2 untuk    dikeluarkan bersama H2O.                                   Gb. Alveolus dan pertukaran gas

               CO2 + H2O  H2CO3  sedangkan HCO3 akan terurai menjadi HCO3-  + H+ .IonH+ yang bersifat racun diikat oleh Haemoglobin, sedang HCO3-  keluar dari sel darah merah masuk kedalam plasma darah dan kedudukan HCO3- di gantikan oleh ion Cl-. 

 Gangguan pernapasan :
a.       Berkurangnya jumlah haemoglobin menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke
      sel-sel tubuh.
b.      Keracunan gas CN dan CO.
      Keracunan gas-gas ini mengganggu pengikatan oksigen oleh karena gas CO memiliki
      daya pengikatan yang tinggi terhadap oksigen dari pada Hb.
c.       Kanker paru-paru
      Kanker paru paru menyebabkan paru-paru rusak dan tak berfungsi lagi.
d.      Emfisema.
      Merupakan suatu gangguan yang disebabkan karena susunan alveolus    abnormal.
e.       Penyakit asma.
      Penyakit asma merupakan gangguan pernapasan karena menyempinya saluran
      pernapasan.
f.        TBC
      TBC menyebabkan terganggunya proses difusi oksigen karena timbulnya bintil-bintil
      kecil pada dinding alveolus yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis.
g.       Radang paru-paru.   
h.       Bronchitis yaitu radang pada saluran napas (trachea).
i.         Polip yaitu pembengkakan kelenjar limfe pada saluran pernapasan ( rongga hidung).

3. Hati.

 Sebagai alat ekskresi, hati mengeluarkan empedu. Kurang lebih 0,5 lt empedu dikeluarkan setiap hari. Empedu berwarna kehijauan, rasanya pahit, PH sekitar 7-7,6, mengandung kolesterol,garam-garam mineral,garam empedu, serta pigmen yang disebut biliverdin dan bilirubin. Empedu yang dihasilkan oleh hati disimpan dalam kantong empedu dan dikeluarkan ke usus halus untuk membantu sistem pencernaan, misalnya :untuk mencerna lemak, mengaktifkan        
      lipase, mengubah zat yang tak larut dalan air menjadi zat yang dapat larut dalam air, .membantu daya absorpsi lemak pada dinding usus.                                           
             Kurang lebih 10 jut sel darah merah yang telah tua dan rusak dirombak dalam hati oleh sel khusus yang disebut histiosit. Hasil perombakan sel darah merah adalah : Fe, haemin, globin. Haemin merupakan bahan dasar pembentukan zat warna empedu yaitu bilirubin dan biliverdin, kemudian dikeluarkan kedalam usus 12 jari dan dioksidasi sehingga berwarna kuining.
               Organ hati juga merupakan kelenjar yang mampu menghasilkan ensim orginase yang berfungsi untuk menguraikan asam amino arginin menjadi asam amino ornitin dan urea. Ornitin mampu nengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun.
Ornitin di dalam sel diubah menjadi sitralin yang mampu mengikat NH3 menjadi arginin yang mampu dipecah didalam hati, sedang urea diangkut dari hati menuju ke ginjal.
  Penyakit dan kelainan hati.
      a.   Hati dapat robek karena terkena benda tajam, dan dapat menyebabkanpendarahan.
b.   Infeksi kandung empedu
      Infeksi ini berasal dari usus, hati, bila batu empedu terbentuk di dalam kantung empedu dan dapat menyumbat saluran empedu maka cairan empedu tidak akan dapat keluar dari hati dan terjadi ikterus.
c.   Ikterus.
            Disebabkan karena produksi cairan empedu berlebihan, kegagalan sel hati dalam   mengekskresi empedu

4        Kulit. (Integumen)

      Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam
Lapisan epidermis terdiri atas :
      1. lapisan korneum yang mati dan mengelupas berwarna putih.



2. lapisan lusidium yang berwarna terang
3. lapisan granulosum yang mengandung pigmen yang berwarna coklat  sampai hitam.
4.lapisan germinativum yang tumbuh dan selalu membelah
.  Pada lapisan epidermis terdapat ujung saraf telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, dan nyeri, saluran kelenjar keringat serta minyak. Pada lapisan dermis terdapat pangkal kelenjar keringat, pangkal kelenjar minyak, akar rambut, pembuluih darah,ujung saraf penerima rangsang tekanan (pucini), panas (rufini), dingin (kraus), sentuhan (meisner). Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan keringat dan minyak.
Gangguan dan kesehatan pada kulit
     a.  Penyakit kulit dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang
          dapat  menimbulkan  
     b. infeksi seperti pada impetigo disebabkan virus seperti pada
         kurap dan athlete foot (kutu air), parasit hewani seperti
          skabies dan pedikulosis.
c.Dermatitis atau eksema (peradangan kulit) disebabkan alergi terhadap beberapa jenis makanan, obat-obatan atau bahan kimia yang digunakan atau dipegang misal bedak, krim, minyak, deterjen. Banyak yang disertai eritema (merah-merah), dan urtikaria (bintul-bintul) keadaan ini sering menimbulkan rasa gatal-gatal.



No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Menu